Generasi Berprestasi bukan Generai Micin

Kita Generasi Micin ?? - Istilah ini biasa kita dengar di media sosial dan banyak di perbincangkan masyarakat. Generasi micin banyak dipakai untuk menggambarkan perilaku orang-orang zaman sekarang yang tidak bisa dimengerti, terutama di MEDSOS

Kenapa Bisa Micin ? Benarkah micin seburuk itu sampai sampainya disalahkan untuk segala perilaku tersebut ?

Ayo teman-teman kita selidiki, Micin atau monosodium glutamat ( MSG) adalah garam natrium asam glutamat yang ditemukan oleh Kikunae Ikeda, seorang profesor kimia Universitas Tokyo, pada 1908. Ia dianggap sebagai garam paling stabil yang mampu memberi rasa umami atau gurih pada makanan. lutamat yang merupakan bahan ajaib dari MSG sebetulnya adalah asam amino umum yang terjadi secara alami di berbagai macam makanan, seperti tomat, keju, permesan, jamur kering, kecap, buah dan sayur, bahkan ASI. Ikeda memisahkannya dari rumput laut kering yang digunakan untuk membuat kaldu dashi dalam masakan Jepang, dan menambahkan natrium, salah satu dari dua unsur dalam garam, untuk mengubahnya menjadi bubuk yang bisa ditambahkan ke makanan.  Sejak saat itu, MSG menjadi salah satu bahan yang paling umum digunakan dalam memasak. Namun, MSG tiba-tiba mendapat cap buruk pada tahun 1968 setelah Dr Ho Man Kwok menulis sebuah surat ke New England Journal of       Medicine mengenai sindrom restoran China.


Bisa kalian cek  di Kompas.com dengan judul "Adakah Kebenaran dalam Istilah "Generasi Micin"?", https://sains.kompas.com/read/2017/10/26/190800523/adakah-kebenaran-dalam-istilah-generasi-micin-
Penulis : Gloria Setyvani Putri







Apakah foto diatas merupakan Generasi yang dibilang ??
Tentu saja tidak seperti itu, Generasi Micin bukan makan micin. Generasi micin yang dibilang adalah generasi yang dimana mempunyai sifat dan perilaku yang aneh/ nyeleneh. Sebenarnya generasi micin ini banya yang membantah, kanapa seperti itu ? Hampir banyak orang mengatakan kata generasi micin ini membuat anak-anak pada saat ini terjerumus melakukan hal-hal yang aneh bahkan nyeleneh, oleh sebab itu mari kita bersama sama mengatakan Generasi Berprestasi Bukan Generasi Micin. Dari sebuah kata, dari sebuah kalimat bisa membuat orang melakukan hal hal yang sesuai apa yang di katakan  dalam kata/ kalimat tersebut. Oleh sebab itu kita harus membuat penanaman pemikiran Kita Generasi Berprestasi




Sekarang kita berbicara masalah Generasi Berprstasi, Generasi Berprestasi sangatlah dinanti nantikan, kenapa demikian? karena bukan saja menguntungkan diri sendiri tetapi juga menguntungkan daerahnya bahkan juga negaranya. Di zaman era globalisasi ini, pemanfaatan teknologi yang canggih bisa membuat generasi generasi yang berkarya lebih mudah yang menghasilkan prestasi yang lebih tingg
Oleh sebab itu ayo, kita generasi milenial yag dimana di zaman teknologi yang sangat mudah kita pakai dan kita liat, mari kita bersama sama memanfaatkan teknologi yang ada dan  menjadikan kita semua dikatakan Generasi Berprestasi, Generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Mari kita bersama sama mebawa negara kita utamanya Indonesia menjadi Indonesia Emas di masa yang akan datang. Kita yang sebagai penerus bangsa harus benar-benar giat belajar, berkarya dan torehkan prestasi setinggi tinggi mungkin.


Jadikan mimpimu menjadi sebuah kenyataan, selalu bekerja keras dan selalu berdoa, tak ada satupun yang nantinya bisa menghalangi mimpimu, jika kamu memang melakukannya. Jadikan dirimu kesatria, bukan pecundang, jadikan dirimu seorang yang bertanggung jawab bukan pengecut, jadikanlah dirimu seperti emas, selalu mempunyai harga meskipun tergenang dimana saja. Tunjukan dirimu bahwa kamu mampu, ingat pepatah 


    USAHA TAK AKAN MENGHIANATI

  HASIL, DAN HASIL TAK AKAN SEMPURNA TANPA ADANYA DOA

( KITA GENERASI BERPRESTASI BUKAN GENERASI MICIN )





Comments

  1. Replies
    1. Kalau sedikit boleh πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Delete
  2. Replies
    1. Mungkin esa mengerti kata2 terakhir πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Ingat pepatah “Usaha tak akan menghianati hasil”, Tapi bagaimana berusaha tanpa pernah di beri kesempatan? Bagaimana ingin memiliki hanya mengandalkan sebuah doaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesempatan selalu ada, tapi seseorang biasanya ragu untuk memanfaatkan kesempatan itu. Kurangnya percaya diri yang membuat hal tersebut bisa membuat ragu. Oleh sebab itu kalau di bilang tidak di berikan kesempatan, itu kurang tepat. Tepatnya kurangnya memanfaatkan kesempatan πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ™πŸ™

      Delete
  5. Milenial berkualitasπŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  6. ingat kata pepatah "tupai jatuh tidak jauh dari pohonnya"

    ReplyDelete
  7. your dream is your futureπŸ™πŸ» Sangat mengispirasi gikπŸ™πŸ»

    ReplyDelete
    Replies
    1. πŸ˜„πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

      Delete
  8. sangat bermanfaat πŸ™πŸΌ

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Semoga micin hanya jadi penyedap��

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Mantap kak, jangan sampe generai micin

    ReplyDelete
  13. πŸ™ŒπŸ»πŸ™ŒπŸ»πŸ™ŒπŸ»

    ReplyDelete
  14. Bagus dik, lanjutkan dan terus menginspirasi yaa��������

    ReplyDelete
  15. 😍😍πŸ”₯Wiii Panutan nii.. Mantap QaqaπŸ‘πŸΌ, terus Menginspirasi ya kak

    ReplyDelete
  16. Suka deh kalo udah sama ketos yg satu ini

    ReplyDelete

Post a Comment